Partai CNRT memutuskan keluar dari pemerintah aktual

Wakil ketua partai CNRT Virgilio Smith (kanan) dan wakil sekretaris jenderal Jacinto Rigoberto de Deus (kiri) mengumumkan posisi politic CNRT di Dili, Senin 11 Mei 2020. Foto The Oe-Kusi Post/Marcelino Bata.

Oekusipost.com Dili – Salah satu partai politik terbesar di Timor-Leste, partai CNRT sudah memutuskan keluar dari struktur pemerintah aktual setelah perdana mentri mengajukan daftar anggota pemerintah baru dari dua partai politik untuk mengunjang pemerintahannya sampai di tahun 2023.

Pemerintahan sekarang yang dipimpin oleh perdana mentri Taur Matan Ruak dibentuk oleh tiga partai politik yakni partai CNRT, Partai Pembebasan Nasional (PLP) dan partai KHUNTO. Pada

Pada pemilu tahun 2017, partai FRETILIN menang pemilu dengan tidak mayoritas di parlemen nacional, tetapi Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo memberanikan dirinya melantik Sekretaris Jenderal partai FRETILIN, Mari Bin Amude Alkatiri menjadi perdana mentri untuk pemerintahan yang ketujuh walaupun pemerintahannya tidak mendapat kursi mayoritas di parlemen. Dengan itu, akhirnya program pemerintahnnya telah diblokir oleh suara mayoritas di parlemen, selanjutnya Presiden Republik membubarkan parlemen nacional dan mengumumkan pemilu baru pada bulan Mei 2018.

Di pemilu Mei 2018 lalu, tiga partai politik membentuk koalisi dan memenang pemilu saat itu, dan membentu pemerintahan yang kedelapan dengan nama Aliansi Perubahan Menuju ke Perkembangan (Aliansa Mudansa ba Progressu), namu Presiden Republik juga sebagai Presiden Partai FRETILIN telah menolak melantik 7 orang anggota kabinet dari partai CNRT dan 2 orang dari partai KHUNTO hingga hari.

Jadi pemerintahan ke delapan ini yang dipimpin oleh perdana mentri Taur Matan Ruak juga sebagai ketua Partai Pembebasan Nasional (PLP) menjalankan pemerintahannya tanpa anggota kabinet yang lengkap.

Sejak Juni 2018 sampai akhir tahun 2019, partai CNRT selalu meminta kepada perdana mentri untuk berusaha melengkapi struktur pemerintahannya dengan melobi presiden republik untuk untuk melantik anggota kabinet yang masih tertunda, tetapi usaha perdana mentri telah sia-sia karena bukitnya tidak ada pelantikan sampai sekarang.

Dengan ini, maka pada tanggal 17 Januari 2020, partai CNRT mulai merubah strategis politiknya dengan memilih abstein terhadap anggaran belanja negara 2020, hasilnya anggaran negara ini tidak loloos di parlemen. Sejak Januari sampai hari ini pemerintahan di Timor-Leste hanya berjalan dengan dana duodecimal, tanpa anggaran negara.

Setelah anggara negara tidak loloos di parlemen, perdana mentri Taur Matan Ruak juga memasukkan surat penguduran dirinya ke Presiden Republik tetapi setelah lewat 40 hari dan Presiden juga tidak mengambil sikap tentang surat penguduran ini, akhirnya perdana mentri menarik kembali suratnya pada tanggal 8 April lalu.

Setelah 19 anggota parlemen memasukkan petisi melawan Presiden Republik di pengadilan tinggi pada tangal 5 Mei lalu, hari ini partai CNRT sudah memutuskan keluar dari struktur pemerintah aktual.

“Untuk mngumumkan kepada publik bahwa partai CNRT memutuskan keluar dari pemerintah dan meminta kepada anggota pemerintah yang dari partai CNRT untuk segera mundur diri dengan bebas,” wakil Sekretaris Jenderal partai CNRT, Jacinto Rigoberto de Deus menyampaikan hal ini melalui jumpah pers di kantor partai CNRT di bairro Grillos-Dili, Senin 11 Mei 2020.

Wakil Ketua Partai CNRT, Virgilio Smith menjelaskas akta rapat pada tanggal 20 April lalu sudah jelas bahwa partai CNRT akan keluar dari pemerintahan aktual.

“CNRT sudah tidak ambil bagian di pemerintahan ke delapan ini. Sekarang hanya partai PLP dan KHUNTO yang masih tetap di pemerintah dengan total 13 suara di parlemen yang tidak mewakili mayoritas di parlemen,” dia menjelaskan.

Dia menambahkan partai FRETILIN akan memberi dukungan karena perdana mentri sudah memasukkan daftar anggota kabinet baru ke Presiden Republik untuk memberi pelantika tetapi sampai hari ini belum terjadi pelantikan.

Marcelino Bata
Author: Marcelino BataEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

PUBLISIDADE