CORVID-19: 44 Orang Ambeno Tinggal Pusat Penampungan

Hotel Bintang Lima yang berubah menjadi tempat penampungan sementara bagi orang Ambeno yang datang dari luar negeri. Foto Media RAEOA.

Oekusipost.com Ambeno – 44 warga Ambeno saat ini menjalani karantina selama 14 hari di pusat penampungan yang di sediakan oleh Otoritas Daerah Spesial Administrasi Oe-Kusi Ambeno.

Berdasarkan data yang di himpun The Oe-Kusi Post bahwa, ke-44 warga Ambeno ini ditampung di Hotel Bintang Lima di Oel-Upun dan Hotel-Lifau di Oel-Ba’u (Oe-Ba’u). Dari ke-44 warga ini, 17 orang adalah pelajar yang selama ini melanjutkan studi mereka di sebagian propinsi di Indonesia seperti Kupang, Surabaya, Jogja, Malang dan Bali. Saat ini mereka di tampung di Hotel Bintang Lima dan 27 warga lainnya di tampung di Hotel Lifau karena baru pulang dari luar negeri. 

Direktur Kesehatan sementara Oe-Kusi Ambeno, Marcos Seo mengatakan, Otoritas RAEOA terus berusaha untuk menjamin warga Ambeno yang baru pulang dari luar negeri untuk menjalani masa karantina selama 14 hari. 

“Kami sudah menyediakan dua lokasi, Hotel-Lifau dan Hotel Bintang Lima termasuk ex kediaman Sekretaris Rejional di Fulolo sebagai lokasi cadangan,” kata direktur Seo kepada Oe-Kusi Post di tempat kerjanya Oe-Kusi Ambeno, Senin 30 Maret 2020. 

Ditambahkan, sebagian pelajar di Hotel Lifau sudah dipulangkan ke rumah setelah di konfirmasi oleh tim medis dan sebagian warga juga bukan datang dari negara yang terinfeksi Novel Coronavirus Disease 2019 (CORVID-19). 

“17 pelajar yang di karantina di Hotel Bintang Lima, kebanyakan mereka baru pulang dari indonesia dan dua orang lagi masih dalam perjalanan melalui batas Oe-Silo”, Seo menjelaskan. 

Dikatakan, para pelajar ini akan di karantina selama 14 hari dan jika tidak ada gejala gejala dengan CORVID-19 maka akan dipulangkan ke rumah mereka masing-masing, tapi jika hasil tes kesehatan, dari sebagian pelajar ada gejala akan di isolasi di Klinika Internasional Jantung sebelum di rujuk ke Dili untuk mendapatkan perawatan intensif. 



Direktur sementara Kesehatan Oe-Kusi Ambeno, Marcos Seo mengawasi dua staffnya yang sedang memberi pelayanan medis kepada seorang wanita di Hotel-Lifau. Foto Media RAEOA.  

Mengenai tenaga medis di Oe-Kusi Ambeno, ada 11 orang yang saat ini melakukan observasi terhadap para pelajar dan sebagian warga di dua lokasi selama 24 jam.

“Mereka itu adik-adik pelajar yang selama ini belajar di Kupang, Jogja, Jawa, mereka kita karantina selama 14 hari”, Seo menjelaskan.

Sebelumnya, Presiden Otoritas Daerah Spesial Administrasi Oe-Kusi Ambeno, José Luis Guterres (Lugu) meminta masyarakat agar tidak panik dengan pandemi CORVID-19, karena komisi akan melakukan sosialisasi CORVID-19 agar masyarakat mengerti bagaimana untuk mencegah lebih awal sebelum terinfeksi. Mengenai pusat penampungan, Otoritas Ambeno sudah mengalokasikan dana untuk merespon kebutuhan selama masa karantina. 

"Saya juga mengepresiasi inistif aparat local, tokoh adat dan komisi yang sudah berkoordinasi menyelenggarakan acara ritual untuk meminta perlindungan dari leluhur untuk menjauhkan CORVID-19. Inisiatif ini sangat baik dan Otoritas akan mendukung penyelenggaraan acara ritual tersebut”, tutur Lugu. 



Abilio Elo Nini
Author: Abilio Elo NiniWebsite: www.oekusipost.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Reporter
Reporter base in Ambeno, Oecusse.

PUBLISIDADE