Arsenio Bano: saya tidak ada rasa dendam

Arsenio Paixão Bano.

AMBENO (TOP) – Untuk membangun daerah kantong Oe-Kusi Ambeno menuju masa depan yang baik, Ketua Otoritas Wilayah Administrasi Spesial Oe-Kusi Ambeno (RAEOA) dan Zona Khusus untuk Ekonomi Sosial Pasar (ZEESM), Arsenio Paixão Bano sudah meminta kepada semua pihak di Oe-Kusi Ambeno untuk bekerjasama.

Setibanya dengan kapal feri Berlin Nakroma pada hari Jumat, 19 Juni 2020, pukul 07:00 pagi, Bano berjanji kepada semua masyarakat Ambeno bahwa, pintu rumahnya selalu terbuka selama 24 jam untuk melayani keprihatinan dan dia tidak marah kepada siapa saja.

“Kalau sang surya sudah memancar sinarnya, saya ingin bebas dari masalah dengan siapa saja dan ingin bekerja. Jadi kalau saya marah seorang pun pasti tidak sampai 24 jam, karena saya tidak ingin stress seharian penuh hanya memikirkan masalah dengan orang lain. Ini kebiasaan saya. Saya tidak demdam dengan siapa saja, karena saya ingin agar istrahat malam saya tenang dan mimpi istri dan anak-anak saya, bukan mimpi orang yang saya marahi itu”, demikian uraian Bano di pelabuhan Iwao Kita Hara.

“Jadi, kita hindari permasalahan diantara kita Oekusi, karena tujuan kita adalah membangun Oekusi ke depan”, tegasnya.

Ditambahkan, sampai saat ini nomor konta hand phonenya belum dig anti, dan masih tetap tinggal di Padimau. Untuk itu Ia meminta semua orang Oekusi untuk meneleponnya jika perlu atu langsung mendatangi rumahnya untuk menyampaikan apa saja yang diperlukan.

“Nomor kontak saya masit tetap, rumah juga belum pindah ke kediaman di Fulolo, rumah Padimau terbuka 24 jam untuk melayani seitap keprihatinan masyarakat Oekusi. Bisa juga mengirim pesan juga saya akan jawab karena sudah menjadi prinsip saya sejak dulu”.

“Saya selalu tidak ada masalah dengan orang sampai berlarut-larut, karena saya tidak ingin membuang buang waktu agar memikirkan dendam hanya karena masalah satu atau dua orang, leboh baik fokus untuk bekerja bagi rakyat di Oekusi Ambeno sama halnya bekerja untuk pemerintah pusat”, Bano berjanji.

Arsenio Bano juga meminta kepada semua masyarakat Atoni untuk berhenti perang mulut melalui platform midia sosial, karena menurutnya bahwa, perilaku itu tidak berkontribusi terhadap proses pembangunan didaerah enclave, tpai justru hanya membuang-buang waktu saja.

“Saya meminta dengan rendah hati kepada semuanya untuk berhenti perang mulut, dendam karena tujuan kita hanya satu saja yakni bekerja untuk Oekusi, hanya ini permintaan saya”.

“Kita tidak boleh ada masalah satu sama lain, karena kita ingin agar pembangun di Oekusi berjalan kedepan, tujuan kita membawa orang untuk melakukan investasi di Oekusi”.

Walau meminta agar tidak saling menyimpan dendam, tapi Bano juga meminta para pegawai di RAEOA termasuk Sekretaris Rejional agar bekerja dengan baik dan siapa saja yang bekerja dengan baik wajib mendapat penghormatan, tapi siapa yang tidak bertanggunjawab terhadap pekerjannya dan tidak bekerja dengan baik akan dig anti dengan orang lain.

“Saya hanya ingin juga mengatakan bahwa, Ketua Otoritas memiliki wewenang untuk merekomendasikan dan juga memberhentikan sekretaris rejional, jadi selama satu atau dua tahun ada sekretaris rejional yang tidak serius dalam bekerja, maka bisa diganti dengan orang lain”, Bano berjanji.

Ditambahkan, untuk kebaikan Oe-Kusi Ambeno, Bano tidak akan menggunakan perasaan dalam mengambil keputusan terhadap mereka yang berperilaku buruk dan tidak menunjukan prestasi kerja yang baik, tapi akan bertindak dengan tegas.

“Saya tidak menggunakan perasaan yang berlebihan, disini saya hanya ingin mengatakan kepada pegawai dan direktur bahwa, saya menghargai mereka yang bekerja dan akan terus bekerja ke depan. Siapa yang tidak bekerja, saya akan memprosesnya karena kepentingan Oekusi harus tetap melangkah ke depan, bukan kepentingan satu atau dua orang”, Bano berjanji dan mengancam siapa yang malas bekerja.

Ditanbahkan bahwa, dia tidak akan kehilangan apapun, karena dia kembali ke Oekusi Ambeno dengan menginggalkan keluarganya di tempat yang jauh (di Australia) untuk membangun Oekusi Ambenu yang lebih maju di masa mendatang.

“Saya tidak hilang apa-apa, karena saya tinggalkan keluarga saya di tempat yang jauh di sana, ingin kembali untuk bekerja kepada Oekusi Ambeno, jadi tidak kehilangan apapun jiha saya implementasikan peraturan agar Oekusi melangkah ke depan”, Bano menjelaskan.

Bano berjanji, sebagai Putra Oekusi yang menjadi Ketua Otoritas RAEOA pertama, akan membuat perubahan bagi pembangunan yang baik di Oekusi dan menghimbau kepada masyarakat bahwa, siapa saja yang menjadi anggota otoritas harus bekerja dengan tanggungjawab, netral dan transparan kepada semua lapisan masyarakat.

Sementara, pada sore hari, Bano bersama para tokoh adat dari 18 suco menggelar acara ritual di Oe-Sonaf (Oe-Sono), Oe-Kusi Ambeno.

Abilio Elo Nini
Author: Abilio Elo NiniWebsite: www.oekusipost.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Reporter
Reporter base in Ambeno, Oecusse.

PUBLISIDADE