Covid-19: Seorang mahasiswa dinyatakan “positif” di Ambeno

AMBENO (TOP) – Jumlah pasien “positif Covid-19” di Daerah Administrasi Spesial Oe-Kusi Ambeno ada tiga orang yang sekarang sudah diisolasikan di ruangan isolasi, tetapi ada beberapa pihak menduga hasil test dari laboratorium telah dipolitisasikan.

Joalandio Vasco Quefi adalah salah satu diantara mereka yang kuliah di salah satu universitas di Indonesia dinyatakan telah positif kena Covid-19 setelah mematuhi karantina selama 13 hari di Oe-Kusi Ambeno, Timor-Leste.

Joalandio menyatakan, kondisi kesehatannya sangat baik, dan tidak ada satu penyakitpun dalam tubuhnya, apalagi Covid-19 itu tidak ada sama sekali.

Dia menambahkan, sebelum tiba di Oe-Kusi Ambeno dia telah melakukan test kesehatan di salah satu klinik kesehatan di Surabaya, Indonesia pada tanggal 10 Desember 2020, dan test kedua di Kupang, NTT dengan hasil menunjukkan negative atau bebas dari Covid-19, dan juga dapat sertifikat bebas Covid-19, tetapi setelah karantina 13 hari di Oe-Kusi Ambeno dinyatakan positive Covid-19.

“Saya dating dari Indonesia sendirian. Mata saya yang ada gangguan sedikit sehingga saya meminta bantuan seorang teman dari luar untuk membantu saya selama proses karantina, dan ketika sudah mau keluar, polisi dan tim Covid-19 langsung menangkap saya dan teman saya bahwa kami telah positive Covid-19,” Joalandio menjelaskan melalui sambungan telepon seluler kepada The Oe-Kusi Post, Senin 28 Desember 2020.

Pihak-pihak yang meragukan dan menduga hasil test laboratorium telah dipolitisasikan adalah dari keluarga Joalandio dan beberapa pastor katolik di Oe-Kusi Ambeno.

Khotbah misa pada pesta natal 24 Desember lalu terasa agak pedas sedikit karena hamper semua pastor katolik didaerah kantong ini tidak setujuh dengan keputusan pemerintah yang melarang umat tidak boleh mengikuti misa natal dan tahun baru, tetapi Konferensi Espiskopal Timor telah memutuskan melarang umat tidak boleh ke gereja pada tanggal 31 Desember 2020 sampai tanggal 1 Januari 2021.

“Anak saya melakukan test sejak di Surabaya dan ketika sampai di Kupang juga melakukan test lagi yang hasil menunjukkan negative sehingga para aparta di NTT membolehkan mereka datang ke sini bukan seperti bukan seperti para pembohong di sini. Jikalau mau makan uang Covid-19 silahkan saja, tetapi jangan bohong bahwa anak saya positif kena Covid-19,” Bernadete Nese sebagai ibu kandung Joalandio menjelaskan kepada TOP di kediamannya di Palaban, Oe-Kusi Ambeno, Senin 28 Desember 2020.

Bernadete Nese. TOP/Abilio Elo Nini. 

“Hati saya sakit sekali ketika sudah genap mematuhi karantina 14 dan akhirnya dinyatakan positif Covid-19, Tuhan itu maha esa, mereka boleh menggunakan nama anak saya untuk melakukan pembohongan di Oe-Kusi Ambeno, dan mempermalukan kami”.

Bernadeta menjelaskan ketika anaknya tiba di Kefamenanu dia menelepon mereka untuk menjemputnya di wilayah perbatasan di Oe-Silo.

“Kami menjemputnya di perbatasan, sampai di sini banyak anggota keluarga yang bertemunya dengannya. Jikalau anak saya positif kena Covid-19, saat ini di Oe-Kusi Ambeno sudah penuh dengan virus corona dan kematian juga mungkin sudah banyak. Faktanya menunjukkan kami yang pergi menjemputnya di perbatasan sampai hari ini belum merasa sakit atau mati karena kena Covid-19,” Bernadeta menduga hasil test laboratorium telah dipolitisasikan oleh aparat pemerintahan lokal di Oe-Kusi Ambeno.

Presiden Otoritas untuk Daerah Administrasi Spesial Oe-Kusi Ambeno Arsenio Paixão Bano membantah tuduhan dari berbagai pihak seperti dari pihak para pastor katolik dan keluarga Joalandio.

Keluarga mana yang tidak percaya itulah urusan dia, urusan otoritas adalah urusan teknis laboratorium dari nasional dan Oe-Kusi Ambeno yang menentukan seseoang positif atau negative,” Bano menjelaskan melalui press conference di Oe-Kusi Ambeno, Senin 28 Desember 2020.

“Jikalau keluarganya yang tidak percaya, tetapi Joalandio harus mematuhi hasil test laboratorium, itu saja. Kita tidak mempolitisasikan penyakit ini, Oe-Kusi Ambeno tidak mempolitisasi penyakit ini,” Bano menjelaskan dan membantah tuduhan yang ada.

Presiden Otoritas untuk Daerah Administrasi Spesial Oe-Kusi Ambeno Arsenio Paixão Bano. 

Situasi ini juga membuat beberapa pastor katolik di Oe-Kusi Ambeno tidak dengan tiga orang yang sementara ini positif Covid-19, tetapi Bano menanggapi hal ini bahwa hasil test laboratorium itu tidak mengenal anda itu pastor atau tidak.

Tiga orang ini sekarang masih dalam tahanan isolasi, tetapi TOP mengobservasi beberapa informasi yang tersebar di social media platform seperti Facebook bahwa mereka sudah keluar dari ruangan isolasi, tetapi faktanya menunjukkan mereka masih ditahan di ruangan isolasi. 

Abilio Elo Nini
Author: Abilio Elo NiniWebsite: www.oekusipost.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Reporter
Reporter base in Ambeno, Oecusse.

Online Counter