COVID-19: Hanya Ada 2 Orang Yang Ada Gejala-Gejala

Dokter Segio Lobo

Oekusipost.com – Sejak pemerintah mengumumkan sudah terdaftar satu orang kena novel coronavirus disease (COVID-19) pada tanggal 10 April lalu, dan bertambah lagi sampai 17 orang positif, membuat seluruh masyarakat di Timor-Leste menjadi kepanikan.

Selama dua hari berturut-turut, dari tanggal 17 sampai hari ini, angka kasus positif telah berhenti sejenak karena tidak ada kasus positif tambahan.

Menurut data yang ada, sekitar ada 21 orang yang sekarang tinggal di ruangan isolasi di pusat kesehatan Vera Cruz. Diantara 21 orang ini, hanya ada 17 orang yang dinyatakan positif, dan 4 orang lainnya belum diketahui secara pasti, tetapi menurut hasil teste terakhir menunjukkan bahwa dari jumlah yang ada hanya ada dua orang saja yang ada gejala-gejala tentang COVID-19, dan yang lainnya tidak ada, tetapi harus tetap tinggal di ruangan isolasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih intensif. 

Sebenarnya, pada tahap pandemi COVID-19, belum ada definisi standar tentang gejala yang ditunjukkan oleh pasien. Menurut Dr. Sandro Galea, seorang ahli epidemiologi dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Boston, perlu waktu bertahun-tahun untuk membuat pedoman standar gejala untuk penyakit yang baru diidentifikasi.

Koordinator Task Force untuk prevention and Mitigation, dokter Sergio Lobo juga menyatakan, beberapa orang membagi tingkat penyakit ini ke tiga level, tetapi kebanyakan membaginya ke lima level.

Level asimtomatik. Pada ilmu kedokteranpenyakit asimtomatik adalah suatu penyakit yang sudah positif diderita oleh seseorang, tetapi tidak memberikan gejala klinis apapun terhadap orang tersebut.

Gejala ringan

Kasus COVID-19 dengan gejala ringan memang tidak berbahaya. Tetapi dalam beberapa kasus, terutama pada orang tua dan mereka dengan penyakit penyerta, kasus ringan dapat berkembang menjadi kasus sedang yang memerlukan beberapa perawatan suportif. Pasien dalam kategori ini akan mendapat cairan untuk dehidrasi, biasanya di ruang gawat daruratatau pusat perawatan darurat, apalagi jika rumah sakit kewalahan oleh kasus yang lebih akut.

Gejala sedang

Gejala sakit sedang pada pengidap COVID-19 termasuk batuk, demam di atas 38 derajat Celsius, menggigil, dan ada perasaan tidak ingin atau tidak bisa bangun dari tempat tidur. Beberapa pasien juga mengalami sesak napas, meskipun dapat terjadi dalam beberapa bentuk.

Tingkat serius

Pada tingkat ini pasien sangat sulit untuk bernapas, dan ini yang memerlukan oxygen.

“Teman kita yang sekarang di ruangan isolasi itu menurut data terakhir yang ada, hanya ada dua orang yang ada gejala-gejala. Yang lainnya tidak ada, tetapi mereka harus tetap tinggal di ruangan isolasi,” dokteer Sergio menyatakan melalui press conference di Dili Convention Centre, Sabtu 18 April 2020.  

Dia menambahkan kasus positif hari ini tetap 17 kasus saja, tetapi angka kasus yang sedang menunggu hasil bertambah menjadi 97. Dengan hasil ini, dia tetap meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak bolek merasa panic, tetapi harus menjaga higienes pribadu seperti selalu mencuci tangan dengan sabun, selalu pakai masker ketika keluar rumah, dan harus menjaga jarak sosial. 

Data keseluruhan untuk hari ini, Sabtu 18 April 2020 adalah terdiri dari 473 orang yang masih dikarantina di Dili, dan 121 masuk karantina di municipalities. Autokarantina ada 13. Ada 1340 orang yang sudah keluar dari karantina. Dari angka ini masih ada kasus curigai 236, sedang menunggu hasil ada 97 kasus, 17 kasus konfirmasi, kasus negativf ada 195, ada 4 kasus kemungkinan dan satu pasien sudah sembuh. 

Raimundos Oki
Author: Raimundos OkiWebsite: https://www.oekusipost.comEmail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Xefe Redasaun & Editor

PUBLISIDADE