Uskup Belo Meminta Mayarakat Timor-Leste Jangan Panik

Oekusipost.com – Mantan administrator Keuskupan Dili, Monsinyiur Carlos Filipe Ximenes Belo, SDB meminta masyarakat Timor-Leste untuk tidak panik dengan wabah virus Corona, tetapi harus banyak berdoa.

"Masyarakat tolong jangan panik, semua harus tinggal dirumah, jangan berinteraksi dengan orang yang sudah terinfeksi virus, selalu mencuci tangan, harus tutup mulut kalau batuk dan hidung dengan sapu tangan kalau flu, jaga jarak sesama", himbauan Monsinyiur Carlos Filipe Belo melalui halaman resminya di Facebook.

Monsinyiur Carlos meminta masyarakat untuk berdoa Rosario dan jangan hilang harapan kepada Tuhan.

"Harus berdoa, kami disini selalu menyembah Tritunggal Maha Kudus dan berdoa Rosario", ia meminta.

Mantan Uskup Diosis Dili ini juga mengingatkan kepada semua masyarakat Timor-Leste agar dengan sukarela mendatangi tim medis untuk melakukan tes jika ada gejala-gejala Corona virus.

"Gejala gejala dari Corona virus (Covid-19): demam, batuk dan susah bernapas. Kalau ada gejala-gejala ini harus segera ke dokter", ia mengingatkan.

Sementara, setelah menteri kesehatan interim, Elia Amaral mengumumkan adanya kasus positif covid-19 di Timor-Leste, Uskup Agung Diosis Dili, Monsinyiur Virgílio do Carmo da Silva, SDB mulai meniadakan perayaan Ekaristi untuk vikaris Dili dan paroki Dare yang dimulai pada hari Minggu hingga Sabtu 22-28 Maret 2020.

Dokter Virna Martins Sam juga mulai memberikan cara pencegahan virus dengan cara membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya terutama didalam rumah. Menggunakan "desinfektan" seperti alkohol, Lysol atau Dettol untuk membersihkan meja, sofa atau kursi dan bagian yang biasanya dipegang anak anak. Mencuci tangan terus menerus dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas. Jangan membiarkan anak anak bermain diluar atau rumah tetangga jangan membawa anak anak mengunjungi sanak keluarga atau sahabat kerja. Semuanya harus tinggal dirumah dan jangan menerima tamu atau sanak keluarga.

Ditambahkan bahwa, saat pergi ke kantor atau ke mana saja harus menggunakan masker dan setelah pulang ke rumah langsung membuang masker ke tempat sampah, merendam pakaian yang dipakai dengan air, mandi dan keramas rambut baru bermain dengan anak-anak. Kalau berada di dalam rumah, sebagian anggota keluarga yang batuk atau flu dan demam harus menggunakan masker serta menjauh dari anak-anak selama dua minggu hingga pulih kembali. Harus menutup mulut saat batuk atau flu. Jangan menyetujui siapa saja yang baru pulang dari luar negeri untuk tinggal dirumah, tapi harus menganjurkan agar tinggal di hotel!

Membeli bahan makanan secukupnya yang disukai anak-anak "favorite foods", dan makanan yang bergizi seperti: susu, telur, sayur, buah buahan agar anak bisa makan guna menjamin kekebalan tubuh mereka. Persiapkan obat-obatan antibiotik seperti Paracetamol, Coldrexin, OBH.

Kalau ada anak yang sakit harus membawanya ke dokter dan anak lain yang tidak sakit harus tetap tinggal dirumah. Biasakan diri untuk hidup higenis setiap hari. Pastikan semua barang yang ada ditubuh, di dalam dan di luar rumah harus tetap bersih.
Kelaurga yang ada anak remaja harus melarangnya bergaul dengan temannya, karena usia remaja biasanya dijuluki "ASYMPTOMATIC" atau mereka yang membawa penyakit tapi tidak ada gejalanya dan merekalah yang akan menularkan penyakit dengan mudah. Hentikan pesta dan pertemuan.

PUBLISIDADE